Sabtu, 02 Juni 2012

Behind The Scene Of Camera




Gb. 1

 Kalian pasti sudah sangat mengenal dan akrab dengan benda di atas. Benda yang dikenal dengan nama kamera itu sudah banyak ditemui di lingkungan sekitar kita seperti di tempat wisata, di pesta pernikahan, dan di manapun. Meskipun kalian tidak memiliki kamera, tetapi setidaknya sudah pernah berhadapan dengannya saat kalian difoto.
Kamera merupakan alat optik yang digunakan manusia untuk mengabadikan suatu peristiwa atau kejadian menarik yang dialaminya. Tapi tahukah kalian bagaimana kamera itu bekerja sehingga menghasilkan gambar atau foto?
Pada dasarnya prinsip kerja kamera mirip dengan kerja mata kita. Mari perhatikan bagian-bagian kamera dan mata berikut ini :
Gb. 2
Gb. 3

Lensa pada kamera memiliki fungsi yang sama dengan lensa mata yaitu untuk membentuk bayangan pada film.
Aperture (celah diafragma) fungsinya sama dengan pupil mata yaitu untuk mengatur banyaknya cahaya yang masuk ke dalam kamera.
Diafragma kamera memiliki fungsi yang sama dengan iris yakni untuk mengatur intensitas cahaya yang masuk atau mengatur besar kecilnya aperture.
Film berfungsi untuk menangkap bayangan yang dibentuk oleh lensa, film pada kamera memiliki fungsi yang sama dengan retina pada mata kita. Perbedaannya terdapat pada cara memfokuskan bayangan. Lensa mata memiliki daya akomodasi untuk mencembung dan memipihkan lensa,  sedangkan pada kamera untuk dapat memfokuskan bayangan lensa harus diubah-ubah jaraknya. Tujuannya agar bayangan selalu jatuh tepat pada film sehingga gambar foto yang dihasilkan jelas dan tajam.
Fokus kamera diatur dengan menggerakkan lensa atau mengubah kedudukan lensa ke benda, sesuai dengan jarak benda yang akan difoto. Pada kamera sederhana untuk mengubah jarak lensa ke benda, pemakai harus berjalan mendekati atau menjauhi benda sampai didapatkan bayangan yang jelas. Hal ini berbeda dengan lensa modern, untuk mendapatkan bayangan yang jelas cukup dengan memutar cincin pengatur lensa atau range finder.
Cara kerja kamera secara umum yaitu, benda yang hendak difoto harus berada di depan lensa kamera. Ketika diafragma dibuka, cahaya yang melewati benda masuk melalui aperture (celah diafragma) menuju lensa mata. Intensitas cahaya yang masuk ke dalam kamera menentukan ketajaman foto yang dihasilkan. Apabila cahaya terlalu terang, aperture dibuka kecil. Sebaliknya jika cahaya redup, aperture dibuka lebar.  Kemudian lensa mata akan membentuk bayangan benda, agar bayangan benda jatuh tepat pada film dengan jelas maka letak lensa harus digeser-geser mendekati atau menjauhi film. Menggeser-geser lensa pada kamera, seperti mengatur jarak fokus lensa pada mata (akomodasi).
Gambar pembentukan bayangan pada kamera ditunjukkan pada Gb. 4 dimana bayangan yang terbentuk bersifat nyata, terbalik, dan diperkecil.

Lintasan Berkas Cahaya pada Kamera

Gb. 4


Kamera memiliki persamaan yang sama dengan lensa cembung karena lensa yang digunakan pada kamera merupakan lensa cembung, yaitu :




Keterangan :
f = fokus lensa
s = jarak benda
s’ = jarak film
M = perbesaran bayangan
h = tinggi benda
h’ = tinggi bayangan pada film
           
KAMERA DIGITAL

Selain kamera konvensional di atas, terdapat kamera yang lebih mudah penggunaannya yakni kamera digital. Kamera digital ini lebih sering kita temui di lingkungan sekitar kita, selain penggunaannya yang mudah harganya juga relatif lebih murah. Kamera digital yaitu kamera yang dapat bekerja tanpa menggunakan film negatif sebagai gantinya adalah sensor. Kita dapat dengan mudah menangkap suatu objek dikarenakan kamera digital menggunakan sebuah layar LCD yang terpasang di belakang kamera. Dibalik teknologi canggih tersebut, tahukah kalian bagaimana prinsip dan cara kerja kamera digital? Yuk mari kita bahas, tapi mukanya gausah serius gitu :D
           
Jenis-jenis kamera digital
A.       Kamera Saku (Point and Shoot Camera)
Point and Shoot Camera merupakan kamera yang paling banyak digunakan. Selain mudah digunakan, dari segi harga juga relatif murah. Kamera ini dirancang untuk orang-orang yang kurang menyukai kontrol manual. Kamera ini mempunyai fasilitas yang menarik, antara lain :
1. Optical zoom
Yaitu fasilitas pembesaran gambar yang dilakukan dengan kombinasi reposisi lensa.
2. Digital zoom
Yaitu fasilitas pembesaran gambar yang dilakukan secara digital. Proses ini sebenarnya hanya berupa proses crooping dan pembesaran menggunakan software internal kamera. Zoom ini mengakibatkan gambar menjadi kabur (blur).
3. Resolusi sampai dengan 3,1 mega piksel
Media bidik bisa berupa lensa konvensional. LCD, atau merupakan kombinasi keduanya.
Terdapat satu fitur pada kamera saku yang sebaiknya kalian hindari pemakaiannya, yaitu digital zoom. Mau tau kenapa?
Saat kalian menggunakan optical zoom, komponen gelas optik di dalam lensa akan memperbesar ukuran objek baru kemudian hasil perbesaran dari lensa akan ditangkap oleh sensor kamera lalu direkam. Sebaliknya, digital zoom tidak benar-benar memperbesar ukuran objek, namun hanya melakukan pemotongan (cropping) area gambar disekitar objek dan “mengembangkan” ukuran foto dengan menggunakan interpolasi. Dengan cara seperti ini, foto akan kehilangan banyak detail. Jadi jika kalian menggunakan digital zoom maka hasil foto akan tampak tidak tajam atu cenderung blur. Jika dengan optical zoom objek yang kalian inginkan masih tampak terlalu kecil, maka berjalanlah mendekat ke objek baru bidiklah. Usahakan untuk memakai digital zoom jika benar-benar terpaksa, karena banyak sekali ruginya. Ini nih contoh hasil penggunaan digital zoom
                  Gambar Asli                                    Hasil Digital Zoom               
B.      Kamera Digital SLR (Single Lens Reflex)
   Resolusi terendah yang dimiliki kamera digital SLR (Single Lens Reflex) adalah 5,1 megapiksel. Sama halnya dengan kamera SLR analog, kamera digital SLR juga memiliki kualitas gambar terbaik karena menggunakan lensa optik dan sistem kontrol manual. Selain kontrol yang diberikan secara manual, kamera ini juga memiliki sistem kontrol otomatis yang dibantu oleh mikro prosesor yang cukup canggih. Kamera digital bertipe SLR ini, seperti halnya kamera SLR analog, juga menggunakan lensa yang bisa dilepas dan diganti dengan lensa berdiameter lebih besar atau lebih kecil sesuai kebutuhan. Selain itu, penempatan tombol dan fungsi dasar kedua kamera digital ini tidak banyak berbeda. Terdapat 2 hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan kamera digital SLR, yaitu lensa dan blitz.



Cara Kerja Kamera Digital
   1. Lensa menangkap gambar, kemudian diteruskan ke bagian panel penangkap gambar. Penangkap gambar atau biasa disebut sensor CCD (yang juga berfungsi sebagai view finder) mengirimkan gambar ke LCD. Sementara pada kamera DSLR, gambar juga dilewatkan ke cermin pantulan yang merefleksikan gambar ke jendela intip (eye finder).
   2. Gambar yang ditangkap oleh lensa, dilewatkan pada filter warna yang kemudian akan ditangkap oleh CCD atau sensor gambar. Jarak antara lensa dan sensor ini dikenal dengan istilah focal length. Jarak ini pula yang akan menjadi faktor pengali pada lensa.
   3. Tugas CCD adalah merubah sinyal analog (gambar yang ditangkap oleh lensa) menjadi sinyal listrik. Pada CCD ini terdapat jutaan titik sensor yang dikenal dengan pixel. Jadi istilah pixel atau megapixel pada kamera digital sebenarnya mengacu pada jumlah titik pada sensor ini. Semakin kecil sensor dan semakin banyak titik sensornya, maka akan semakin halus dan semakin tinggi resolusi gambar yang dihasilkan.
   4. Gambar yang ditangkap oleh sensor CCD diteruskan ke bagian pemroses gambar yang tugasnya memproses semua data dari sensor CCD menjadi data digital berupa file format gambar, serta melakukan proses kompresi sesuai format gambar yang dipilih (RAW, JPEG, dan sebagainya). Di bagian ini selain chipset yang berperan, software (firmware) dari kamera yang bersangkutan juga menentukan hasil akhir gambar. Kedua bagian inilah yang akan menentukan karakter dari kamera digital tersebut. Itulah sebabnya, setiap mereka kamera memiliki software dan chipset sendiri-sendiri pada kamera mereka.
   5. Proses yang terakhir adalah mengirimkan hasil file gambar dalam format yang dipilih ke bagian penyimpanan (storage) atau memory card. Biasanya, memory card berupa SD, CF dan sebagainya.

Itulah sedikit cerita di balik sebuah kamera. Sekarang sudah tau kan bagaimana cara kerja kamera yang sering kalian pakai untuk mengabadikan moment indah yang kalian alami ? :)


OLEH : EMA YULIASTUTI - I0311019